Selasa, 31 Januari 2017

CYBER Public Relation

     

 Cyber Pr adalah PR yang dilakukan dengan sarana Media elektronik internet dalam 


membangun merek (brand) dan memelihara kepercayaan (trust), pemahaman, citra 

perusahaan/organisasi kepada public/khalayak dan dapat dilakukan secara one to one 

communication bersifat interaktif.

     

      Seluruh kegiatan PR yang ada dapat dilakukan di dalam internet dari mulai melakukan 

kegiatan publikasi, melakukan hubungan dengan pengguna informasi dan yang lebih 

hebatnya lagi bahwa management kehumasanpun dapat dilakukan di internet. 

     Dengan demikiann, kegiatan kehumasan bisa lebih fleksibel dari yang dilakukan 

di dunia nyata, di mana program kehumasan konvensional menegelurkan budget hampir 

ratusan juta, jika program tersebut dilakukan di dunia internet akan jauh lebih murah.

Sebaiknya PR dari perusahaan tersebut tidak tanggung-tanggung dalam menggunakan 

jasa internet dalam setiap kegiatan PR mereka. Jika dalam dunia fisik, identitas 

perusahaan dapat saja disembunyikan, dan hanya mengedepankan produk, di Internet hal 

tersebut tidak akan terjadi. Setiap sisi perusahaan dapat diketahui publik dengan 

mudahnya, terlebih apabila perusahaan tersebut telah memiliki situs online sendiri. Audiens 

akan dapat secara aktif dan leluasa dalam memahami company profile maupun 

product dari perusahaan.
                

    Strategi secara efektif dapat dilakukan dengan beberapa cara   :

Mendaftar pada media online lokal, regional, dan global seperti yahoo, facebook, kaskus,

twitter, ataupun dengan membuat website sendiri.

Sering menulis Press Release lewat email, untuk memberitahu perkembangan yang terjadi

pada perusahaan maupun produk kepada khlayak luas sesuai target audiens perusahaan

Dengan cara membidik komunitas online (discussion group), kita dapat menggunakan 

beberapa forum diskusi seperti indowebster.com, indofiles.com, bluefame.com.  dan forum-

forum lainnya.


     Dalam kegiatannya di internet PR menggunakan beberapa sarana prasarana yang ada,   
antara lain email, mailing list, yahoo messager, website, news group, maupun jejaring 

sosial. Bahkan jejaring sosial menjadi sarana populer dan cukup diperhitungkan 

keefektifannya di masa sekarang. Misalnya saja jejaring sosial facebook, ada dua fasilitas 

yang dapat dipergunakan dalam jejaring ini, diantaranya :


  • Facebook Groups adalah layanan untuk sarana komunikasi, berbagi dan berkumpulnya para pengguna Facebook yang memiliki kepentingan atau minat yang sama akan suatu hal
  • Facebook Pages adalah layanan untuk memungkinkan seseorang berbagi bisnis dan produk dengan para pengguna facebook dalam bentuk halaman profil. Seperti profil bisnis, figur publik, band, politisi, dsb.
               

    Dengan fasilitas tersebut, aplikasi PR dapat secara murah memberi info 

mengenai perusahaan, mempromosikan produk maupun event yang akan digelar. Perlu 

dipertimbangkan keefektifan jejaring sosial ini, karena facebook khususnya di Indonesia 

mencapai pada titik pengguna yang cukup banyak, jika dibandingkan dengan negara-

negara lainnya di Asia Tenggara, bahkan dunia.

Beberapa aktivitas cyber-PR yang bisa dilakukan untuk memperkuat reputasi

  • Membuat website sehingga target audience Anda bisa memperoleh informasi sesuai keinginan mereka.
  • Membuat media kit online
  • Mengirimkan informasi secara reguler ke media dan juga pelanggan
  • Mengaitkan bisnis Anda dengan topik-topik actual sehingga memudahkan pelanggan menemukan produk atau jasa Anda  Aktivitas Cyber PR

     Dalam kondisi krisis atau ada masalah, perlu menciptakan akses informasi yang 

lebih cepat dari biasanya.

Bergabung dengan kelompok diskusi online sehingga bisa memantau reputasi brand dan 

target potensial pasar Anda

Membuat promosi online dan even yang bisa memberikan dimensi baru bagi pemasaran

Membangun hubungan yang baik dengan semua pemangku kepentingan.



Kendala Cyber PR

     
     Penggunaan internet pada umunya hanya terbatas pada kalangan intelektual dan yang 

mampu membeli teknolologi yang dapat menghubungkan ke dunia maya. Di Indonesia 

sendiri masih sangat sedikit golongan yang demikian, masih banyak daerah yang sebagian 

besar penduduknya belum memiliki bahkan menyentuh teknologi tersebut 

seperti komputer, laptop, handphone yang memiliki fasilitas wap 2.0 dengan jaringan yang 

memadai dan peralatan lainnya.

Masyarakat cenderung memilih menggunakan media cetak, atau menonton televisi guna 

mendapatkan informasi yang telah sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. 

Image dunia maya yang melekat pada  segala sesuatu yang ada di internet, membuat 

masyarakat merasa takut menggunakannya terlebih lagi mempercayai informasi yang ada 

di internet

Kendala juga terjadi pada rawannya manajemen isu yang kadang menjatuhkan competitor 

secara tidak sehat dengan menyebarkan isu fiktif. Kemampuan kecepatan dan daya 

jangkauan internet yang luas membuat adanya oknum-oknum PR yang tidak sportif. Perlu 

adanya keahlian yang bersih tanpa ada rekayasa yang saling menjatuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar